Cinta dan Keadilan: Tak Semua Pertemuan Berakhir Gugatan
Banyak orang mengira Pos Bantuan Hukum (Posbakum) hanya tempat orang datang dengan wajah tegang, membawa tumpukan berkas, dan pulang dengan hati penuh beban. Padahal, di antara tumpukan perkara dan meja konsultasi yang sering kali jadi saksi atas tumpahnya air mata, Posbakum juga menyimpan cerita lain: cerita tentang harapan, pengampunan, bahkan cinta. Sebut saja salah seorang ibu paruh baya yang datang dengan membawa berkas lengkap dengan rencana menggugat cerai suaminya setelah lelah dengan pertengkaran panjang. Di Posbakum, ia menceritakan semua luka yang dia pendam, dengan suara parau dan mata sembab. Namun, di sela konsultasi, petugas Posbakum dengan sabar menjelaskan proses mediasi, memberi ruang bagi Ibu tersebut untuk menenangkan hati sebelum mengambil keputusan besar. Siapa sangka, beberapa hari kemudian, suaminya datang menjemput Ibu tersebut di depan ruang Posbakum, membawa surat permintaan maaf dengan hati penuh rasa penyesalan. Mereka memutuskan mencoba memperbaiki...